Malam telah berlalu,
digantikan sang surya yang menampakkan kehangatannya. Hari ini badan serasa
beda dari biasanya, aku berfikiran untuk tidak masuk sekolah, tapi aku udah
janji sama Nathan buat nyelesein tugas yang bentar lagi dikumpulin. Dengan badan
yang belum fit karena hujan hujan kemarin, aku nekat berangkat. Sesampai disekolah
Nathan sama sekali ngak tanya tentang kemarin kemarin.
Setelah sekian lama
mengikuti pelajaran yang ngak masuk masuk dipikiran, akhirnya waktu pulang
tiba. Setiba ditaman kota aku belum juga lihat Nathan, aku sms “aku udah
sampai, kamu dimana?”. Sms tetep aja ngak terkirim. Aku telfon dia “nomor yang
anda tuju diluar jangkauan area”. “Sial, bisa bisanya aku dikerjain lagi buat
nunggu”. Gumamku
10 menit setelah aku
menunggu kehadiran nathan, akhirnya datang juga orang yang bikin bĂȘte. “lama banget sih, aku
udah dari tadi disini. Kemana aja kamu?”. Dengan gayanya yang nyeselin banget “mana bukunya yang kemarin kamu pinjam?”.
‘ Sial, pertanyaanku kagak dijawab, nyebelin banget ini orang. Minta ditampar
kali ya’batinku. “nih, sorry jadi lusuh banget gara gara hujan kemarin”. “gila ya
kamu, jaga buku aja ngak bisa. Dasar anak cewek”. ‘sial, ini orang kalau
ngomong ngak punya sopan santun kalik ya’ batinku lagi.
Sempat aku kepikiran
ngapain harus ambil tema tentang fotografi, padahal ada tema yang lebih
menarik lagi dari ini. Aku perhatikan Nathan yang serius dengan laptopnya. Dengan pernyataan
yang sempontan dan ngak basa basi aku Tanya “ngapain kita harus ambil tema
tentang fotografi, bukannya masih banyak tema yang lebih menarik dari ini”. Dia
tetep aja belum jawab, masih serius buat tugas. ‘ini sama aja aku ngomong sama
patung” batinku.
“ini udah aku selesain
sampai di pembahasan, nanti malam kamu yang lanjutin. Dan besok pulang sekolah kita
ketemuan disini lagi. Inget kamu harus selesain sampai penutup”. Tanpa salam
dia langsung nylonong pergi.
Dari taman kota, aku
ngak langsung pulang. Aku lihat anak anak jalanan yang harusnya sekolah
untuk seumuran mereka, tapi mereka dengan susah payah cari nafkah buat keluarganya. Aku menyempatkan
diri buat bertemu dengan mereka. “hai semua, kenapa kalian ngak sekolah?”. “kami
ngak punya uang kak”. Jawab salah satu dari mereka. “gimana kalau kalian
belajar sama kakak, santai aja ini gratis kok ngak dipunggut biaya.” “hoooorrrrrrrrreeeeeeeeeeeee
makasih kak” serentak mereka menjawab dengan gembira. “yaudah besok sekitar jam
03.00 sore kalian temui kakak ya, kita belajar di taman kota. Semua setuju?”. “siaappp
kak, kami setujuu !”.
TO BE CONTINUE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar