Kamis, 19 Juni 2014

Lanjutan 2 Mr.FOTOGRAFER


Malam telah berlalu, digantikan sang surya yang menampakkan kehangatannya. Hari ini badan serasa beda dari biasanya, aku berfikiran untuk tidak masuk sekolah, tapi aku udah janji sama Nathan buat nyelesein tugas yang bentar lagi dikumpulin. Dengan badan yang belum fit karena hujan hujan kemarin, aku nekat berangkat. Sesampai disekolah Nathan sama sekali ngak tanya tentang kemarin kemarin.

Setelah sekian lama mengikuti pelajaran yang ngak masuk masuk dipikiran, akhirnya waktu pulang tiba. Setiba ditaman kota aku belum juga lihat Nathan, aku sms “aku udah sampai, kamu dimana?”. Sms tetep aja ngak terkirim. Aku telfon dia “nomor yang anda tuju diluar jangkauan area”. “Sial, bisa bisanya aku dikerjain lagi buat nunggu”. Gumamku

10 menit setelah aku menunggu kehadiran nathan, akhirnya datang juga orang yang bikin bĂȘte. “lama banget sih, aku udah dari tadi disini. Kemana aja kamu?”. Dengan gayanya yang nyeselin banget  “mana bukunya yang kemarin kamu pinjam?”. ‘ Sial, pertanyaanku kagak dijawab, nyebelin banget ini orang. Minta ditampar kali ya’batinku. “nih, sorry jadi lusuh banget gara gara hujan kemarin”. “gila ya kamu, jaga buku aja ngak bisa. Dasar anak cewek”. ‘sial, ini orang kalau ngomong ngak punya sopan santun kalik ya’ batinku lagi.

Sempat aku kepikiran ngapain harus ambil tema tentang fotografi, padahal ada tema yang lebih menarik lagi dari ini. Aku perhatikan Nathan yang serius dengan laptopnya. Dengan pernyataan yang sempontan dan ngak basa basi aku Tanya “ngapain kita harus ambil tema tentang fotografi, bukannya masih banyak tema yang lebih menarik dari ini”. Dia tetep aja belum jawab, masih serius buat tugas. ‘ini sama aja aku ngomong sama patung” batinku.

“ini udah aku selesain sampai di pembahasan, nanti malam kamu yang lanjutin. Dan besok pulang sekolah kita ketemuan disini lagi. Inget kamu harus selesain sampai penutup”. Tanpa salam dia langsung nylonong pergi.

Dari taman kota, aku ngak langsung pulang. Aku lihat anak anak jalanan yang harusnya sekolah untuk seumuran mereka, tapi mereka dengan susah payah cari nafkah buat keluarganya. Aku menyempatkan diri buat bertemu dengan mereka. “hai semua, kenapa kalian ngak sekolah?”. “kami ngak punya uang kak”. Jawab salah satu dari mereka. “gimana kalau kalian belajar sama kakak, santai aja ini gratis kok ngak dipunggut biaya.” “hoooorrrrrrrrreeeeeeeeeeeee makasih kak” serentak mereka menjawab dengan gembira. “yaudah besok sekitar jam 03.00 sore kalian temui kakak ya, kita belajar di taman kota. Semua setuju?”. “siaappp kak, kami setujuu !”.

TO BE CONTINUE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar